Wah,,,wah,,wah. Dah lama tidak posting neh, enaknya ngobrolin apa ya??? Klo saat ini sih media banyak ngobrolin video yang sangat primitif ariel - luna - cut tari. Ataukah media ngobrolin mengenai piala dunia 2010 di Afsel. Daripada ngobrolin video yang sangat primif dan tidak ada manfaatnya sama sekali, mending kita ngobrol mengenai kesehatan aja ya,,,!!!
Selengkapnya...
Benarkah Olahraga Bisa Meredam Marah???
Abdul Rochim, Minggu, 13 Juni 2010Anak Cerdas, Orang Tua pun Puas
Abdul Rochim, Jumat, 07 Mei 2010Benarkah Cokelat Membuat Jantung Kita Sehat???
Abdul Rochim, Rabu, 31 Maret 2010Ketika kita mengkonsumsi segala sesuatu, pasti akan berakibat buruk bagi kesehatan kita. tulah alasan mengapa kita melarang anak kita terlalu banyak mengkonsumsi permen ataupun cokelat, karena akan berdampak merusak gigi atau bahkan kegemukan. Namun tahukah kita manfaat coklat ketika kita dapat mengkonsumsinya secara wajar?
Selengkapnya...
Dengan Memanjat Bisa Sehat???
Abdul Rochim, Jumat, 19 Februari 2010Jika ciri-ciri di bawah terdapat di dalam diri kita, kewaspadaan dan perhatian seriuslah yang pantas kita lakukan. Dan semoga postingan ini menambah semangat kita dalam berolah raga, terutama penulis. Karena begitu penting dan mahalnya sebuah kesehatan, sehingga perlu menjaga tubuh kita agar tetap sehat, segar dan bugar. Sebab mencegah lebih baik daripada mengobati, bukan???
Selengkapnya...
Jagalah Diri dari Ganasnya Osteoporosis
Abdul Rochim, Minggu, 14 Februari 2010Osteoporosis adalah pengeroposan tulang. Anda patut mewaspadainya karena ini merupakan penyakit yang datang diam-diam. Kebiasaan atau pola makan dapat memengaruhi terjadinya penyakit ini. Mereka yang mengonsumsi makanan bergizi baik dapat memperkecil risiko osteoporosis. Sebaliknya, mereka yang punya kebiasaan merokok, minum alkohol atau kopi berlebihan, serta pola makan tidak seimbang, rentan mengalami kerapuhan tulang. Tuh kan...!!!!
Delapan golongan yang termasuk berisiko tinggi terhadap osteoporosis. Golongan tersebut adalah :
Selengkapnya...
Tips dan Trik Mencegah Diri dari Kanker Ganas
Abdul Rochim, Rabu, 03 Februari 2010Sesama BLOGGER harus senantiasa memberikan motivasi, itulah yang penulis rasakan. Ketika penulis memposting bahaya penyakit kanker ganas, ada blogger yang memberikan komentar "apakah penyakit kanker bisa disembuhkan?" Dari sini penulis termotivasi untuk membuat postingan mengenai hal tersebut. Semoga bermanfaat.
Selengkapnya...
Bahaya Penyakit Kanker Ganas
Abdul Rochim, Minggu, 31 Januari 2010Artikel ini bukan bertujuan untuk menakut-nakuti Anda, terutama bagi Anda yang berjenis kelamin wanita. Namun, artikel ini bertujuan untuk memberikan kewaspadaan kepada kita semua akan bahaya penyakit kanker ganas yang sudah banyak merenggut nyawa para korbannya. Oleh karena itu, perlu kewaspadaan yang sangat tinggi terhadap bahaya penyakit kanker.
Selengkapnya...
Tips Tidur yang Berprestasi
Abdul Rochim, Senin, 11 Januari 2010Tak semua orang bisa tidur cukup. Akibatnya, mereka mengantuk dan tak bisa berprestasi maksimal di tempat kerja atau sekolah keesokan paginya.
Selengkapnya...
Faktor Pemicu Timbulnya Kanker
Abdul Rochim, Kamis, 31 Desember 2009Terima kasih atas kunjungan Anda para pengunjung setia ROCHIM BLOG. Berkat do'a dan dukungan Anda, ROCHIM BLOG sekarang sudah semakin dewasa, semakin berkualitas. Akhir tahun 2009 "Mbah Google" Update dan PageRank ROCHIM BLOG naik menjadi PR3. Artikel ROCHIM BLOG kali ini mengenai kesehatan, karena sudah lama sekali ROCHIM BLOG gak pernah posting masalah kesehatan. Dan semoga bermanfaat bagi pembaca ROCHIM BLOG.
Selengkapnya...
Memutihkan Gigi , Perlukah???
Abdul Rochim, Kamis, 24 Desember 2009Ketika kita berkaca di cermin, kadang kita mengamati gigi kita. Dan tidak jarang kita juga minta pendapat teman-teman dekat kita mengenai gigi kita. Apakah gigi kita berwarna kecoklatan atau kehitaman?. Dan biasanya gigi yang berwarna kecoklatan atau kehitaman dimiliki oleh mereka yang suka merokok, suka minum teh, suka minum kopi, pewarna buatan pada makanan, mengunyah tembakau terus menerus selama setahun.
Stain itulah istilah pada gigi yang kehitaman atau kecoklatan. Stain ada yang merata dan ada yang tidak merata, berupa noda-noda. Stain dapat mengurangi tingkat penampilan kita, terutama waktu berbicara, tersenyum, bahkan tertawa.
Bleaching merupakan cara untuk memutihkan gigi termasuk noda karena stain. Bleaching semakin diminati karena dapat menambah estetika gigi. Gigi menjadi kinclong sehingga kepercayaan diri bertambah. Itulah pengakuan sebagian orang yang telah menikmati hasil bleaching. Ada 2 tipe bleaching, pertama; bleaching karena faktor ekstrinsik akibat stain pada permukaan gigi. Kedua; bleaching intrinsik yang lebih kompleks karena selain melibatkan enamel, lapisan terluar gigi yang berwarna putih, juga mencapai dentin-lapisan gigi di bawah enamel yang peka terhadap rasa sakit.
Bleaching menggunakan bahan kimia hidrogen peroxide 35%, gel carbamide peroxide, atau strip carbamide peroxide 7-14% yang direaksikan dengan enamel. Reaksi ini meluruhkan stain dan sebagian enamel. Efek samping bleaching dengan teknik yang kurang tepat dapat mengikis enamel , sehingga sensitifitas gigi meningkat, artinya gigi terasa sakit jika terkena panas atau dingin. Selain itu, bahan kimia bleaching jika menempel pada gusi dapat menyebabkan nekrosis-kematian sel pada jaringan gusi.
Pada dasarnya, bleaching bekerja seperti pembersih lantai yang bertujuan untuk mengikis kotoran-kotoran yang ada di permukaannnya. Kandungan soda dalam pembersih lantai bisa menyingkirkan kotoran. Tetapi, jika terlalu sering dilakukan, bleaching akan merusak gigi dan membuat gigi menjadi sensitif.
Saat meminta bleaching, perhatikanlah baik-baik instruksi dokter gigi. Kadang-kadang pasien meminta dokter gigi terus menambah intensitas bleaching agar gigi semakin putih. Padahal semakin tinggi intensitas bleaching, artinya terkikisnya enamel semakin banyak.
Setiap individu mempunyai karakteristik warna gigi yang bervariasi satu sama lain. Tidak selalu warna putih bersih cocok dengan karakter wajah Anda. Kadangkala warna putih sedikit keruh lebih sesuai untuk karakter wajah.
Selengkapnya...
Kulit Halus Dengan Kotoran Burung???
Abdul Rochim, Rabu, 09 Desember 2009Setiap orang pasti merasa jijik, bau, muak dan bikin mual ketika mencium bau tahi. Namun ada rahasia yang tersembunyi dibalik baunya tahi, khusunya bau tahi burung. Tahukah kita bahwa tahi burung tersebut bisa membikin cantik?.
Selengkapnya...
Penularan HIV/AIDS: Dari Lokalisasi sampai Warnet???
Abdul Rochim, Sabtu, 05 Desember 2009BANYUMAS — Tingginya angka kasus penularan virus HIV/AIDS di Banyumas tak terlepas dari merebaknya gaya hidup seks bebas dan penggunaan narkoba suntik di kalangan generasi muda di wilayah ini. Tak heran, dari 293 kasus HIV/AIDS di Banyumas dalam tiga tahun terakhir, sebagian besar terjadi pada generasi muda, yakni antara umur 20 dan 30 tahun.
Sayangnya, sampai saat ini kepedulian untuk mencegah penularan lanjut HIV/AIDS tergolong minim. Spanduk-spanduk berisi pesan-pesan mengenai kewaspadaan terhadap bahaya penularan HIV/AIDS dan narkoba pun terbatas. Spanduk dipasang di tempat-tempat seperti tempat-tempat kos, lokalisasi, sekolah, dan kampus.
Untuk kalangan pelajar dan mahasiswa, warung internet dan tempat kos kerap menjadi ajang seks bebas. Bagi sebagian masyarakat Purwokerto, hal tersebut sudah menjadi rahasia umum. Meskipun dalam beberapa waktu terakhir banyak tempat kos yang lebih ketat dalam melarang tamu pria datang ke kamar kos wanita atau sebaliknya, masih ada saja tempat-tempat kos yang longgar dan memungkinkan terjadinya hubungan seks bebas.
Bahkan, dalam setiap kegiatan pembinaan yang saya lakukan, seks bebas atau pesta seks itu kerap dilakukan bersamaan dengan pesta narkoba. Kadang di kontrakan, kadang di rumah kos. "Padahal, pesta seks dan narkoba adalah dua hal yang rawan terjadi penularan," kata Arno Suprapto, aktivis antinarkoba dari Gerakan Nasional Antinarkoba, Banyumas. Kondisi demikian bahkan terjadi di kalangan siswa SMP, SMA, hingga perguruan tinggi.
Warnet adalah sisi lain merebaknya seks bebas di Purwokerto. Banyak warnet yang menyediakan ruang tertutup sehingga memungkinkan pelanggan berhubungan intim. Pemerintah Kabupaten Banyumas beberapa kali merazia warnet-warnet semacam ini. Terakhir, razia terhadap 20 warnet di wilayah Purwokerto yang diduga kerap dijadikan ajang mesum dilakukan pada Kamis (3/12). Namun, meski berulang kali dirazia, seks bebas di warnet tak kunjung hilang.
Mengingat begitu bahayanya Virus HIV/AIDS, dan sampai saat ini belum ada obatnyaa, maka perlu adanya benteng untuk menjaga diri, keluarga dan masyarakat, terutama generasi muda dari bahaya HIV/AIDS yang bisa mengancam siapa saja, dimana saja dan kapan saja.
Selengkapnya...
Tega...., Ibu dan Bayi Disandera !!!!!!!!
Abdul Rochim, Senin, 23 November 2009Untuk yang kesekian kalinya, sebuah layanan kesehatan yang belum bisa dirasakan oleh semua orang, terutama rakyat miskin. Sungguh ironi, sebuah negeri yang memiliki kekayaan alam melimpah, tapi belum bisa dirasakan oleh semua rakyat Indonesia.
Jombang - Seorang ibu yang baru melahirkan, Siti Yuliana (32), warga Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak, Jombang, tertahan di Puskesmas Bandar Kedungmulyo, sejak tiga hari lalu. Siti dan bayinya tidak diizinkan pulang, karena belum melunasi biaya persalinan.
"Saya tak bisa mengajak anak dan isteri saya pulang. Sebab kami belum bisa melunasi
biaya persalinan di Puskesmas ini," kata suami Siti, Sudarmaji (36) kepada detiksurabaya.com di teras Puskesmas Bandar Kedungmulyo, Selasa (24/11/2009).
Menurut Sudarmaji, 3 hari lalu ia membawa isteri dan anaknya ke Puskesmas Bandar Kedungmulyo. Sebelum dibawa ke Puskesmas, isterinya sempat dibawa ke dukun persalinan. Namun oleh dukun itu, ia disarankan membawa isterinya ke puskesmas.
Bermodal jaminan KTP, Sudarmaji berjanji siap melunasi semua biaya persalinan isterinya jika sudah melahirkan. Uang sebesar Rp 230 ribu diberikan ke pihak puskesmas. Setelah 3 hari sejak isterinya melahirkan, Sudarmaji belum bisa melunasi biaya itu.
Biaya persalinan di Puskesmas milik Pemkab Jombang itu, mencapai Rp 633 ribu. Sisa biaya yang harus dilunasi sebesar Rp 403 ribu. "Saya akan mencari pinjaman dulu ke tetangga," ungkap Sudarmaji yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani.
Sementara itu menurut Kepala Ruang Persalinan Puskesmas Bandar Kedungmulyo, Sri Indayani, saat datang ke Puskesmas, keluarga Yuliana tidak membawa kartu Jamkesmas maupun Jamkesda. "Karena itu kami tidak mengizinkan pulang sebelum lunas," tutur Indayani.
Dengan pendidikan yang hanya tamat SD, Sudarmaji tidak tahu jika untuk mendapat pelayanan kesehatan secara gratis, harus memenuhi sejumlah persyaratan. Bagi dia biaya kesehatan bagi warga miskin seperti dirinya itu, gratis seperti yang diiklankan pemerintah.
Selengkapnya...
Memiliki Bayi, Serasa Memiliki Bom di Rumah
Abdul Rochim, Senin, 09 November 2009ADA ungkapan yang mengatakan bahwa memiliki bayi layaknya "melempar granat" ke dalam pernikahan. Hah "granat"? Ya! Anda seperti mendapat serangan tiba-tiba di dalam rumah.
Sejak memiliki baby, sepertinya rumah tak pernah rapi. Mulai dari tumpukan popok basah, pakaian kotor, sampai botol susu berserakan. Belum lagi tangisan bayi yang memekakkan telinga membuat Anda "tegangan" tinggi.
Nah, sebelum "granat" itu benar-benar meledak, pelajari dulu apa saja yang bakal menyerang Anda berikut solusinya:
Perubahan Hidup
Layaknya seorang jenderal berperang, Anda musti memiliki mata elang untuk memantau hidup si kecil. Sejak bangun tidur, beraktivitas, hingga dia tertidur lagi. Kenyataannya, siklus bayi tidak semulus yang dibayangkan. Sedikit saja lapar, haus, atau sakit, dia sampaikan lewat tangisan dan bahasa tubuh.
Dalam hal ini, sensor kepekaan orangtualah yang diuji. Apakah cepat tanggap dengan situasi yang dialami atau sebaliknya, membiarkan bayi menghadapi perubahan dirinya sendiri.
Saat si bayi rewel, misalnya. Anda akan terbangun untuk memantau bayi. Hal ini pun memengaruhi jam tidur. Kalau biasanya Anda berdua tidur selama 8 jam sehari, kini berubah. Anda berdua hanya tidur selama 2-3 jam per hari. Konsekuensinya tubuh orangtua pun beradaptasi. Awalnya mungkin Anda berdua sangat lelah, bahkan tubuh rasanya tidak fit.
Walaupun "granat" itu lumayan meledakkan emosi dan fisik, justru saat inilah Anda berdua belajar mensyukuri anugerahNya. Bayangkan! Hasil dari pertemuan sel sperma dan sel telur melahirkan sosok bayi luar biasa. Percayalah sayap malaikat bayi itu memberi kesejukan dalam batin. Entah lewat pelukan, ciuman dengan si kecil, timbul semangat baru yang mengiringi Anda berdua setiap kali beraktivitas.
Memasuki Zona Abu-abu
Meski waktunya sebentar, Anda akan merasa berada di zona abu-abu alias masih meraba-raba, tapi hal ini cukup menguras tenaga dan pikiran Anda.
1. Ketakutan
Setelah bayi lahir di rumah sakit, dibawa pulang ke rumah, tentulah hidup sebagai keluarga begitu sempurna. Tapi, masih ada yang mengganjal. Sebagai orangtua baru, Anda berdua belum berpengalaman menangani si mungil. Ada saja kekhawatiran yang menghantui Anda berdua, misal "Apa yang harus kita perbuat terhadap bayi ini?".
Cobalah rileks dulu. Pandangi paras si kecil dan sentuhkan diri Anda kepadanya, rasakan nafasnya. Khawatir sih sah-sah saja, tapi bila porsinya berlebih justru tidak rasional. Jadi bersikaplah bijak, seperti menduga-duga kalau kucing bisa mencekik bayi, dan Moms pun malas keluar rumah.
2. Tidak bisa tidur pulas
Memang, tidur itu penting. Tapi lain persoalan bila kini sudah hadir bayi mungil. Tangisan bayi sering kali menganggu, apalagi bila orangtua lelah. Artinya perlu dilakukan pembagian tugas menjaga si kecil secara bergantian oleh istri dan suami.
3. Buta soal perawatan bayi
Sebagai orangtua baru, banyak pertanyaan menggelayut di benak "Bagaimana saya tahu kalau bayi ini lapar?" umpamanya. Meski tidak bisa mengerti kebutuhan bayi dalam waktu singkat, justru inilah saatnya proses memahami fenomena bayi, mulai dari tangisan, menyusui, mengganti popok, dan sebagainya.
4. Tergoda melakukan affair
Pulang kantor, suami ingin bercengkrama dengan istri tercinta. Tapi, nyatanya, istri lebih memilih bayi. Urusan perhatian, bahkan bercinta pun kurang dihiraukan istri karena faktor kelelahan mengurus bayi.
Hati-hati loh Dads bisa terjadi affair! Mengapa? Kalau fokusnya hanya perhatian dan bermesraan saja, bisa saja tawaran "cinta" lain menjerat Anda. Karena itu, baik istri maupun suami saling memberi support dan pengertian satu sama lain. Arahkan tujuan Anda berdua kepada buah cinta Anda.
5. Bergandengan tangan mengasuh bayi
Kini, Anda berdua sudah tahu "granat" apa saja yang bertebaran. Tugas berikutnya adalah strategi menghadapi bom bayi ini. Yang jelas, lakukan komunikasi terbuka antara istri dan suami. Bicarakan apa saja yang Anda rasakan selama hadirnya si kecil. Ungkapkan segala suka dan duka Anda.
Selanjutnya, renungkan bersama apa saja rencana-rencana masa depan anak. Sehingga masing-masing mempunyai tanggung jawab terhadap anak. Kemudian biarkan romansa cinta itu tetap berkobar dengan merawat anak bersama-sama.
Selengkapnya...
Hah..., Ada Hewan Penyembuh Aids???
Abdul Rochim, Senin, 02 November 2009MAKASSAR - Maraknya warga Makassar dan sekitarnya berburu hewan tokek untuk dijual kepada pembeli dengan harga Rp2,5 juta hingga RP5 juta/ekor dengan berat tiga ons, karena binatang merayap ini akan diramu menjadi obat yang bisa menyembuhkan penyakit AIDS.
Padahal, kata Kepala Biro Bina Napza dan HIV/AIDS Sulawesi Selatan, Dr dr Djoko Dwi Purnomo di Makassar, Selasa, sampai sekarang ini belum ada hasil penelitian yang dilakukan para ahli pembuat obat di Singapura yang menyatakan tokek bisa menyembuhkan penyakit AIDS.
Sejak adanya penanyangan di layar televisi swasta bahwa tokek merupakan salah satu binatang yang sangat mu’jizat untuk penyembuhan penyakit aids, banyak warga di daerah ini berlomba-lomba menangkapnya karena tergiur dengan harga yang ditawarkan pembeli yang juga warga keturunan yang tinggal di jalan Veteran Selatan, Makassar.
"Saya kaget kok warga spontan menanggapi hal ini untuk menjadikan binatang tersebut sebagai mata pencaharian yang menjanjikan keuntungan yang besar, sementara penemu obat aids dari bahan baku tokek itu sendiri masih dipertanyakan apa iya atau hanya sekedar isu," ujarnya.
Sebab, jika tokek benar-benar akan dijadikan obat penyembuh yang mujarab bagi penderita penyakit yang mematikan jiwa manusia ini, tentu akan dipublikasikan secara luas bagi penemunya ke dunia internasional.
"Nama penemu obat yang memanfaatkan tokek sebagai obat yang bisa menyembuhkan penyakit aids tersebut hingga saat ini masih ’kabur’ dan belum jelas sehingga harus diwaspadai jangan sampai warga akhirnya dirugikan sebab mata pencaharian utamanya ditinggalkan," harapnya.
Tetapi, lanjutnya, jika benar bahwa penemu obat di Singapura yang menyatakan tokek mampu menyembuhkan penyakit aids yang dibuktikan melalui hasil penelitiannya serta diakui dunia, maka harus diacungi jempol karena selama ini para ahli obat di Amerika dan Australia belum mampu menghasilkan obat untuk penyakit ini.
"Mudah-mudahan penemu obat ini betul adanya sehingga masyarakat luas bisa lega karena sudah ditemukan obat penyembuh penyakit aids," harapnya seraya menyatakan, sejak kasus aids mencuat hingga sekarang belum ada obat penawarnya sehingga bersyukurlah masyarakat dunia jika tokek yang diburu warga Makassar akan dijadikan bahan baku obat tersebut.
Sangnging, ibu rumah tangga tinggal di jalan Singa, Makassar, mengakui sudah pernah didatangi salah seorang pembeli jika dirinya memiliki binatang merayap di rumahnya dengan harga RP2,5 juta untuk berat tiga ons.
"Saya bilang pada pembeli bahwa di rumah ada tokek tetapi yang tangkap bapak yang mau beli," katanya saat dikonfirmasi bahwa dirinya pernah didatangi salah seorang calon pembeli namun setelah melihat binatang merayap itu di tembok dan memperkirakan beratnya tidak sampai tiga ons langsung pembeli mengurungkan niatnya.
Sementara itu, Daeng Tata, warga jalan Andi Tonro mengungkapkan bahwa pembeli maunya tokek yang akan dibelinya tidak cacat seperti ekor hilang atau kulitnya terkelupas tetapi harus utuh.
"Kalau pun utuh tapi beratnya tidak sampai tiga ons tidak akan dibeli jadi sia-sia saja kita menangkap tokek yang kebetulan keluar dari persembunyiannya dari atas plavon ke tempok kemudian berhasil ditangkap dengan susah payah itu," ujarnya dengan rasa kecewa saat memperlihatkan hasil buruannya yang tampak cacat dan tidak memenuhi berat yang diinginkan si pembeli.
Selengkapnya...
Hah..., Kondisi Koma Ibu Lahirkan bayi Sehat???
Abdul Rochim, Kamis, 15 Oktober 2009Subhanallah..., jika Allah SWT menghendaki, apa pun dapat terjadi. Seorang perempuan Jerman berusia 40 dan dalam keadaan koma melahirkan bayi laki-laki yang sehat. Hal ini menjadi kasus klinik pertama di seluruh dunia bahwa seorang pasien hamil yang berada dalam keadaan koma melahirkan bayi.
"Mengingat usia sang ibu dan kondisi anak yang sepenuhnya normal, kasus ini sangat luar biasa di dalam dunia ilmu pengetahuan dan sangat menggembirakan," kata Matthias Beckmann dari University Clinic di Erlangen, Jerman selatan, Jumat (16/10).
Para dokter mengatakan, awalnya mereka nyaris tak memiliki harapan bagi sang ibu yang telah menderita kerusakan besar pada otak dan jantung. Yakni, setelah dia mengalami serangan jantung yang membuatnya koma.
Hanya sebanyak 25 kasus kematian otak atau koma selama kehamilan telah disiarkan sejak 1970-an. Semuanya cenderung berakhir dengan keguguran atau bayi yang cacat.
Selengkapnya...
Si Kecil & Bahaya HIV/AIDS
Abdul Rochim, Selasa, 06 Oktober 2009Sekitar tiga juta remaja mengalami kontak setiap tahunnya dengan penyakit menular seksual (PMS) termasuk HIV. Bayangkan jika di antara mereka ada anak-anak kita. Mengetahui bagaimana cara berkomunikasi yang baik dengan mereka untuk membicarakan mengenai HIV bisa membantu mengurangi angka tersebut dan tentu saja membantu mereka untuk mengambil keputusan yang benar.
Berikut tips-tips untuk mengajak mereka berbicara dari hati ke hati mengenai HIV. Tingkat kesulitannya memang besar dan waktu yang diperlukan tidak bisa terukur alias selama masih diperlukan, kita akan terus mengajak mereka untuk lebih mengenal bahaya HIV.
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengingat bahwa sebelum semua percakapan dimulai, Anda sendiri harus mengetahui informasi seperti apa yang mau disampaikan kepada mereka dan bagaimana cara menyampaikannya. Intinya, Anda harus mengetahui segala detail mengenai HIV/AIDS dan carilah kebenaran dari setiap pernyataan di dalamnya.
Lalu, bagaimana mengetahui informasi yang baik mengenai HIV/AIDS? Mudah, carilah informasi mengenai hal tersebut di internet dari situs web yang terpercaya, jangan lupa untuk mencari dari situs web pemerintah yang menyediakan edukasi HIV. Anda juga bisa menambahkan informasi dari situs web yang bisa dipercaya. Jika Anda merasa internet kurang banyak menyediakan info, silakan cari di buku-buku mengenai HIV/AIDS atau buku medis.
Sebagai langkah pendekatan terhadap buah hati, pilihlah waktu yang santai dan nyaman, misalnya saat mengerjakan pekerjaan rumah bersama atau membaca majalah bersama. Ungkapkan perasaan Anda dan biarkan mereka mengungkapkan apa yang mereka rasakan.
Hindari nada yang berkesan menasihati atau menggurui. Ajak mereka berbicara seperti layaknya kepada teman. Jika Anda merasa telah menyampaikan kalimat yang cukup panjang dan lama, tanyakan pada mereka bagaimana pendapat mereka terhadap pernyataan Anda, biarkan mereka mengungkapkan semua yang mereka rasakan dan cobalah untuk mengerti dari sudut pandang mereka meskipun akan sangat sulit bagi Anda untuk memosisikan sebagai mereka.
Cobalah untuk bertanya kepada mereka bagaimana pendapat mereka mengenai seks dan berikan mereka bahan atau situs web yang menyediakan informasi yang cukup bisa dimengerti oleh seorang anak. Dengan ini anak bisa belajar dengan privat dan mungkin mereka akan lebih merasa nyaman dibandingkan harus berbicara dengan orangtuanya.
Sebagai tips, sesuaikan tutur bahasa dan cara bicara Anda saat bicara dengan anak Anda sesuai dengan umur mereka. Persiapkanlah diri Anda dari kemungkinan mendengar pertanyaan atau bahkan pernyataan tentang seks dan hubungan seksual.
Selengkapnya...
Lima Fakta Mengerikan Mengenai HIV/AIDS
Abdul Rochim, Jumat, 02 Oktober 2009Kasus HIV/AIDS di Indonesia makin mengkhawatirkan. Di Indonesia secara kumulatif kasus pengidap HIV dan AIDS mulai Januari 1987 hingga 31 Maret 2009 terdiri dari HIV 6.668 kasus, AIDS 16.964 kasus.
Proporsi kumulatif untuk kasus AIDS menurut golongan usia, antara lain di bawah usia satu tahun mencapai 135, usia satu hingga empat tahun mencapai 175, usia lima hingga empat belas tahun mencapai 88.
Usia lima belas hingga sembilan belas tahun mencapai 522, usia dua puluh hingga dua puluh sembilan tahun mencapai 8.567 kasus. Sedangkan usia 30 hingga 39 tahun mencapai 4.997, usia 40 hingga 49 tahun mencapai 1.427, usia 50 hingga 59 tahun mencapai 404, usia di atas 60 tahun mencapai 91, dan tak diketahui usia penderita mencapai 558 kasus.
Dari data ini, penderita usia remaja dan produktif cukup banyak. Ini mengkhawatirkan. Sebagian besar remaja menganggap HIV sebagai penyakit yang tak berbahaya. Lebih parah lagi, banyak sekali pemahaman salah terkait HIV/AIDS. Mari kita lihat 5 fakta mengenai HIV/AIDS yang wajib diketahui remaja:
1. HIV tidak pandang bulu
Sejak epidemi HIV dimulai 20 tahun lalu, stereotipe yang beredar di masyarakat tentang penderita HIV yaitu para gay, pemakai narkoba dan para pekerja seks komersial lah yang mendapat label tersebut. Faktanya, semua orang bisa terkena HIV, dari usia tua, muda , kaya, miskin, wanita, pria, maupun anak – anak dan dari berbagai macam profesi.
2. Seks oral tak seaman yang diipikir
Oral seks seringkali dianggap sebagai cara “aman” melakukan hubungan seksual. Faktanya, berdasar penelitian, cairan tubuh yang terinfeksi seperti semen dan sekresi vagina yang mengandung konsentrasi virus HIV tinggi bisa memasuki aliran darah melalui membran mukosa mulut.
3. Jangan cuma khawatir hamil
Banyak remaja percaya, satu – satunya resiko berhubungan seks tanpa proteksi adalah kehamilan. Karena itu dipakailah pil KB, oral seks dan ejakulasi di luar demi mencegah kehamilan. Padahal, banyak hal yang harus dikhawatirkan selain kehamilan, yakni adanya penyakit menular seksual (PMS) seperti sifilis, herpes, termasuk HIV yang bisa mengancam kehidupan.
4. Kadang orang tidak mengatakan sesungguhnya dan kita tidak tahu kenyataannya
Coba Anda pikir sejenak kalimat di atas. Berapa banyak orang yang mengakui bahwa mereka menderita HIV jika ditanya oleh pasangan barunya? Berapa banyak orang yang mengakui kehidupan seksual mereka ketika mereka baru mengenal seseorang? Berapa banyak orang yang benar – benar mengetahui status HIV mereka dan status kesehatan orang – orang yang bersama mereka sebelumnya? Sebuah pernyataan “ partner saya tidak mengidap HIV” hanya bisa diterima jika disertai dengan bukti nyata tes HIV negatif. Tanyalah dengan jelas status HIV mereka dan mintalah mereka melakukan tes sebagai bukti.
5. Belum ada obat untuk si pembunuh
Meski orang dengan HIV/AIDS (ODHA) bisa hidup lebih lama berkat obat antiretroviral, obat ini tidak menyembuhkan. Kalau pun obat-obat ini melindungi dari infeksi opportunistik ini bukanlah “jalan pintas” dari infeksi HIV. Obat ini bahkan menyebabkan efek samping seperti diare, kelelahan berlebihan, kemerahan, mual dan muntah.
Jadi, sebaiknya pikirkanlah dahulu sebelum berbuat terlalu jauh dan merusak masa depan Anda, karena HIV merupakan “silent killer”, si pembunuh senyap yang jelas akan membuat Anda menyesal di masa depan karenanya.
Selengkapnya...
Hah..., Sering Tampar Anak Bikin IQ Jongkok !!!
Abdul Rochim, Kamis, 01 Oktober 2009
Menampar atau memukul kadang dilakukan orangtua untuk membuat anak patuh dan disiplin dalam sekejap. Tapi, tahukah Anda pola asuh yang keras bisa menimbulkan dampak buruk bagi perkembangan otak anak?
Studi terkini menyebutkan, orangtua yang bereaksi terlalu keras untuk mengoreksi kesalahan anak, misalnya dengan cara menampar atau memukul, tidak hanya menyebabkan anak stres tapi juga membuat tingkat kecerdasan (IQ) anak lebih rendah.
Studi yang dilakukan peneliti terhadap ribuan anak di Amerika Serikat menunjukkan, anak yang kerap ditampar orangtuanya memiliki nilai IQ (intelligence quotients) yang lebih rendah dibanding anak yang tidak pernah ditampar.
"Setiap orangtua ingin punya anak yang pintar. Dengan menghindari kekerasan pada anak dan melakukan cara lain untuk mengoreksi kesalahan anak, hal itu bisa dicapai," kata Murray Straus, sosiolog dari Universitas New Hampshire, AS.
Dalam risetnya, Strauss dan timnya melakukan studi nasional terhadap dua kelompok sampel anak, yakni 806 anak berusia 2-4 tahun, dan 704 anak berusia 5-9 tahun. Pada saat dimulainya studi anak-anak tersebut mengikuti tes IQ dan tes berikutnya di akhir studi, empat tahun kemudian.
Anak-anak dari dua kelompok itu menunjukkan tingkat kecerdasan yang meningkat setelah empat tahun. Tetapi dari kelompok anak berusia 2-4 tahun yang kerap ditampar orangtunya, menunjukkan skor IQ 5 poin lebih rendah dibanding anak yang tidak pernah ditampar. Untuk anak 5-9 tahun yang pernah ditampar, skor IQ-nya rata-rata lebih rendah 2,8 poin dibanding rekannya yang tidak ditampar.
"Pemukulan atau tindakan kekerasan yang dilakukan orangtua merupakan pengalaman yang traumatik bagi anak. Berbagai penelitian telah menunjukkan kejadian yang traumatik berakibat buruk bagi otak. Selain itu, trauma juga membuat anak memiliki respon stres pada kejadian sulit yang dihadapi. Hal ini tentu berdampak pada perkembangan kognitifnya," papar Straus.
Tak sedikit orangtua yang menjadikan pukulan, tamparan, atau jeweran sebagai senjata untuk mendidik anak. Anak pun memilih untuk menurut daripada mendapat hukuman. "Akibatnya anak tidak bisa berpikir secara independen," kata Elizabeth Gershoff pakar dibidang perkembangan anak dari Universitas Texas, Austin, AS.
Setiap anak memang perlu diajarkan disiplin. Selain agar patuh pada aturan, disiplin juga akan membuat anak belajar menghargai orang lain dan mengontrol dorongan dalam dirinya. Namun, orangtua hendaknya juga perlu membuat batasan-batasan yang dilandasi cinta agar anak merasa aman.
Alih-alih menghukum anak dengan pukulan, beri tekanan lebih pada sisi positif anak, misalnya dengan memberi hadiah atau pujian bila anak berlaku positif. Bila terpaksa memberi hukuman, sesuaikan dengan usia si kecil dan situasi yang berlaku.
Selengkapnya...
SAY NO TO SMOKE
Abdul Rochim, Senin, 11 Mei 2009
Matikan ROKOK Anda, Sebelum ROKOK Mematikan Anda
Siapa yanbg tidak kenal dengan benda yang satu ini, bulat panjang, yang kebanyakan di dominasi warna putih. Dan kalau dinyalakan akan mengeluarkan asap. Ya benar, nama benda tersebut adalah ROKOK. Tapi tahukah kita bahaya merokok (baik bahaya bagi kita maupun bagi orang lain)???????? Barangkali Anda tahu bahaya tersebut, akan tetapi Anda cuek. Bagi Anda yang belum tahu, berikut akan penulis sampaikan beberapa manfaat dan bahayanya.
Sebelumnya, mari kita komitmen kepada diri kita untuk berhenti merokok...!!!!!!!! Hasil penelitian yang dipublikasikan oleh RS Pusat Kanker Nasional Dharmais mengatakan, 90 persen kanker paru dan 30 persen kanker lainnya akan dapat dicegah dengan cara berhenti merokok.
Beberapa manfaat yang dapat kita peroleh ketika kita berhenti merokok :
Pertama, dengan tidak merokok/berhenti merokok berarti kita mengurangi risiko terkena serangan jantung, kanker paru, penyakit paru kronik, obstruktif, stroke, tukak lambung, hambatan pertumbuhan janin, gangguan kehamilan dan persalinan, impoten dan infertilitas, dan osteoporosis.
Penyakit tersebut siap menyerang kita karena di dalam satu batang rokok ada setidaknya 4.000 bahan kimia, 400 di antaranya beracun dan kira-kira 40 di antaranya dapat menyebabkan kanker (hih....., ngeri banget). Ada 3 racun yang paling berbahaya, yaitu nikotin, tar dan karbon monoksida. Nikotin yang hanya butuh 10 detik untuk mencapai otak membuat kita ketagihan (tuh kan...!!!).
Kedua, bernapas dengan lebih mudah dan mempunyai stamina yang lebih baik.
Ketiga, menghemat pengeluaran kita dari membeli rokok. Jika dalam sehari kita menghabiskan sebungkus rokok, maka kira-kira kita akan menghemat Rp. 5.475.000 selama setahun. Jika lebih dari sebungkus, maka semakin banyak penghematan yang kita lakukan. Daripada kita keluarin buat merokok mending kita tabung buat modal NIKAH, buat jajan anak kita, atau bahkan buat membantu menyekolahkan anak-anak yang tidak mampu.
Keempat, menghemat biaya pengobatan dan pembayaran asuransi.
Kelima, mempunyai gigi yang lebih bersih, napas, baju, kamar, rumah, dan mobil yang tidak berbau.
Keenam, ini yang sangat penting bahwa dengan berhenti merokok kita menyelamatkan orang-orang di sekeliling kita yang tidak merokok, terutama anak-anak dan istri kita. Karena perokok aktif hanya mengisap 25 persen asap rokok yang berasal dari ujung yang terbakar, sementara 75 persen lainnya diberikan kepada non perokok. Tuh kan, kita lebih banyak memberikan racun kepada orang lain.
Anak-anak dengan orangtua perokok aktif berisiko menderita penyakit napas, misalnya asma, dua kali lebih besar dari anak yang orangtuanya tidak merokok. Mempersiapkan diri untuk berhenti merokok harus diawali dengan niat dan motivasi yang kuat.
Dan yang lebih penting lagi neh, bahwa parameter seorang mukmin - muslim yang baik itu dilihat dari bagaimana dia meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat, apalagi yang membawa bahaya/bencana. Tentu kita masih ingat bukan, nasihat Rosulullah SAW :
Min Husnil Islamil Mar'i, Tarkuhu Maalaaya'nih (Diantara kebaikan ke-Islaman seseorang adalah dengan meninggalkan sesuatu yang tidak berguna/tidak bermanfaat.
Jadi, matikanlah rokok Anda, sebelum rokok mematikan Anda dan saudara Anda...!!!!!!!!
Bagaimana menurut Anda...???
Selengkapnya...

