Mencari Kemuliaan yang Abadi


Manusia mencari kemuliaan melalui berbagai-bagai cara. Mereka mencarinya melalui harta, pangkat dan kekuasaan. Ada yang mencarinya melalui ilmu dan amal. Ada yang mencarinya melalui wajah yang cantik dan suara yang merdu. Ada pula mencarinya melalui tindakan yang menantang seperti terjun dari tempat yang tinggi. Semua kemuliaan yang diperoleh dengan cara demikian bersifat sementara. Bila orang yang berkenaan berpisah dari hal yang menjadikannya mulia maka hilang juga kemuliaan yang dimilikinya. Semua kemuliaan tersebut adalah fatamorgana.

Orang yang berpangkat, berkuasa dan berharta akan tidak berasa mulia lagi bila berhadapan dengan orang yang tinggi pangkatnya, lebih besar kuasanya dan lebih banyak hartanya. Orang yang dimuliakan kerana kecantikannya tidak dimuliakan lagi apabila wajahnya sudah berkerut. Orang yang dimuliakan kerana kemerduan suaranya tidak dimuliakan lagi bila ada orang lain yang lebih merdu suaranya. Orang yang dimuliakan kerana berani terjun dari tempat yang tinggi tidak dimuliakan lagi bila ada orang lain yang lebih berani terjun dari tempat yang lebih tinggi.

Orang yang memiliki kemuliaan yang bersifat sementara itu tidak dapat merasakan kedamaian karena resah kemuliaannya akan ditandingi oleh orang lain. Orang yang dimuliakan karena ilmu juga galau, takut ada orang lain yang lebih berilmu akan mengambil alih kedudukannya. Orang yang dimuliakan kerana kekuatan amal kebaikannya, masih juga bimbang takut orang mengetahui akan keburukannya yang lalu atau yang tersembunyi. Semua kemuliaan tersebut akan berakhir apabila manusia mengalami kematian. Jasadnya dikebumikan di dalam tanah dan kemuliaannya ditinggalkan di atas kuburnya.

Jika diperhatikan, didapati bahwa apa yang dikatakan kemuliaan bukanlah apa yang dimiliki dan bukan apa yang diletakkan oleh orang lain kepada seseorang itu. Kemuliaan dan kemegahan adalah perasaan yang timbul di dalam hati. Ada orang yang kuasanya tidak seberapa tetapi sudah merasakan sangat mulia. Ada orang yang hanya menjadi pemandu raja tetapi sudah berasa mulia seperti raja. Ada orang yang namanya disebutkan oleh pembesar negeri di hadapan khalayak ramai, pun sudah merasakan dirinya mulia.

Kemuliaan dan kemegahan yang dibina di atas tapak zahir alam juga bersifat tipu daya, bukan asli dan sama sekali tidak kekal. Kemuliaan dan kemegahan yang demikian hanyalah sangkaan.

Tidaklah patut mereka (orang-orang munafik) mencari kekuatan dan kemuliaan di sisi orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya kekuatan dan kemuliaan itu ialah milik Allah , (diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya).(Surah An-Nisa’ : Ayat 139)

Hanya Allah s.w.t yang memiliki kemuliaan. Tidak ada satu pun makhluk yang dapat mengwujudkan kemuliaan. Apa yang dicipta oleh makhluk hanyalah gambaran yang menurut sangkaan. Kemuliaan sejati hanya milik Allah s.w.t. Jalannya adalah dengan mengambil perhatian kepada aspek batin yang bersangkutan dengan ketuhanan. Hamba Allah s.w.t yang tidak tertipu oleh zahirnya alam akan terus berpegang pada aspek batinnya yang memberi peringatan dan petunjuk. Mereka bersabar dalam menempuh gelombang takdir Ilahi sehingga mereka terdampar di pantai keredaan Ilahi.

Tauhidlah kemuliaan yang sejati dan abadi. Tauhid mengajarkan hanya Allah s.w.t Yang Maha Esa, Maha Mulia, tidak yang lain. Apabila hati seseorang sudah dipenuhi oleh tauhid maka ia dipenuhi oleh kemuliaan. Kemuliaan yang dipancarkan oleh tauhid tidak akan rusak binasa.

Hati yang sudah penuh dengan kemuliaan Allah s.w.t tidak lagi menghiraukan penghinaan makhluk. Ia tidak berakhir dengan kematian, kerana Allah s.w.t tidak binasa dan kemuliaan-Nya juga tidak binasa. Ia tetap mulia di dalam kuburnya, mulia ketika dibangkitkan dari kuburnya dan lebih mulia lagi di akhirat yang kekal abadi.

"Wallahu A'lam Bishowab"


Al HIkam - IBnu Atthaillah



Comments :

3 komentar to “Mencari Kemuliaan yang Abadi”
Lita Alifah mengatakan...
on 

he em pak, kemuliaan hanya ada ma ALLAH. hehehe tp juga ada ding pak klo di cina....kan ada tu panggilan2 yang mulia hihihihihihi itu kan raja ya ^_^ hhehehe bagus pak artikelnya

Nophie mengatakan...
on 

manusia kadang lupa untuk mencari kemuliaan dihadapan Alloh bukan dihadapan sesama makhluk ciptaannya. semoga kita termasuk orang2 yang selalu mendapat kemuliaan dari Alloh, amin

NURA mengatakan...
on 

salam sobat
kemuliaan hati manusia,,hanya untuk ALLAH SWT semata.
karena telah diberikan berkah dan rahmatnya.

salam kenal dari NURA,,trims sdh kunjungi blog NURANURANIKU.

saya sdh follow blog sobat.

Pengikut