Guru, Pemuda dan Riak Gelombang


Suatu hari, seorang Guru sedang berjalan-jalan di sebuah taman dan bertemu dengan pemuda yang tampak murung. Guru mendekati pemuda itu dan berkata, "Hari ini indah sekali bukan? Tentu amat sulit untuk bersikap serius di hari yang cerah ini."

"Oh ya? Saya malah tidak menyadarinya," Sahut pemuda itu. Ia lalu melihat ke sekeliling. matanya memandang ke kejauhan. Guru mengamati pemuda itu. Lalu ia menawarkan, " Bagaimana kalau ikut bersamaku."

Mereka berjalan-jalan menuju danau yang berair teng, dikelilingi oleh pohon-pohon yang menjulang. "Mari kita duduk disini sejaenak," ajak sang Guru. Pemuda itu mengikuti ajakan sang Guru.

Nah sekarang carilah sebuah kerikil kecil dan lemparkan ketengah-tengah telaga itu,"pinta sang Guru. Pemuda itu menurut. "Nah, apa yang kau lihat sekarang," tanya sang Guru. Pemuda itu memicingkan matanya tajam-tajam seolah tak ingin kehilangan satu kesempatan pun. "Aku melihat riak-riak gelombang air."Sang Guru berucap kemudian, "Sekarang coba masukkan kedua belah tanganmu ke air dan hentikan laju gelombang riak-riak air itu. "Pemuda itu mencelupkan tangannya ke dalam air untuk menghentikan laju riak air. Tetapi, apa yang dilakukannya hanya menimbulkan lebih banyak riak-riak gelombang air saja. Pemuda itu menjadi benar-benar heran. Bagaimana ini?

Apakah kau bisa menghentikan riak-riak air itu dengan tanganmu?" tanya sang Guru. "Tentu saja tidak. Malah kini lebih banyak lagi riak-riak air yang timbul!" Bagaimana jadinya bila kau tadi berusaha menangkap batu-batu yang kau lemparkan sebelum batu itu jatuh ke dalam air?" Sang Guru kini tersenyum dengan senyum yang mengobati kekecewaan pemuda itu."Lain kali, bila kau merasa tidak bahagia dalam hidupmu, tangkaplah batu-batu itu sebelum ia menyentuh permukaan air. Jangan habiskan waktumu untuk berusaha menarik apa yang telah kau lakukan. Lebih baik kau mengubah apa yang akan kau lakukan sebelum benar-benar kau lakukan."

Teman bilakah kita menemukan ketentraman? Banyak orang yang mencarinya, banyak pula yang kehilangan artinya. Tapi, saya percaya, kini banyak orang yang tengah menikmati ketentraman itu. Ketentraman ibarat air dalam telaga. Tenang dan damai.seperti batu yang mengenai permukaannya dan menimbulkan riak gelombang, seperti itulah saat kita mengusik ketentraman itu dengan meletakkan kemarahan dan kebencian. Hati menjadi dan tenang, jiwa penuh rasa gusar dan bergejolak. Dan pada saat kita berusaha menahannya, saat itu pula kita malah menambah riak-riak yang ada di dalamnya.

Gelombang yang tercipta, memang tak akan dapat diredakan dengan kemarahan pula. Namun, kita bisa menghindarinya dengan menawarkan perasaan sabar dalam jiwa. Sabar, adalah pilihan yang sepatutnya hadir saat kita tak bahagia. Dalam sabar, tak ada batu yang mengusik, sebab rasa itu akan menentramkan. Dan seperti ajaran dari sang Guru, "Jangan habiskan waktumu untuk berusaha menarik apa yang telah kau lakukan. Lebih baik kau mengubah apa yang akan kau lakukan sebelum benar-benar kau lakukan."

GIVE COMMENT, Okey........!!!!!!!! Thanks Before.

Comments :

10 komentar to “Guru, Pemuda dan Riak Gelombang”
muchlisin mengatakan...
on 

Cerita yang bagus. Masa lalu sudah terjadi, Masa kini sedang kita hadapi, dan akan menentukan masa depan...

Roomen mengatakan...
on 

nasihat yg bagus coy, penuh ketentraman jiwa niy jk roomen baca blog ini. thanks for sharing. keep post. salam roomen

ebeeth mproot mengatakan...
on 

srita yg sangat berguna bagi kta...

Seragam kerja mengatakan...
on 

Inspirasi yang bagus sahabat, teruslah berkarya

rizekon arisandi mengatakan...
on 

wah dasyat... ku buatkn penghargaan yg sebsr2nya bgi anda seorang yg brjsa tanpa pamrih utk mwujudkan kmjuan bangsa... I LOVE INDONESIA...

ronaldorozalino.com mengatakan...
on 

Dahsyattnya artikel anda

iqbal mengatakan...
on 

seppzzz
salam kenal mas
http://naksangka.blogspot.com/2009/07/test-kode.html

habib mengatakan...
on 

boleh juga sob artikelnya....
kunjungi blogku ya di http://tuktaktik.blogspot.com

Ita Irawati mengatakan...
on 

Tambah keren aja blognya mas,,, Terus berkarya ya mas...ni sebuah nasehat yang bagus tuk kita semua,,,, Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin itu adalah orang2 yang beruntung... sedangkan hari ini adalah sama dengan hari kemarin itu adalah orang yg rugi

Diana mengatakan...
on 

hiii salam
maseh sbb sudi drop kat my bloggies..
salam perkenalan

Pengikut