PROBLEMATIKA HIDUP


Di sebuah pedesaan, ada seorang laki-laki tua. Rambut yang semua beruban, suaranya yang sudah serak dan agak lambat menunujukkan usia yang sudah senja. Janggut yang semuanya sudah nampak putih. Mata yang agak sayu tapi pandangan yang menggambarkan rasa optimis dan bijak pada si pemiliknya. Si kakek (biasa anak-anak dan penduduk setempat memanggilnya) juga tinggal sendirian di sebuah gubuk mungil yang dekat dengan sungai.

Suatu hari ada seorang pemuda tampan, tinggi kekar dan hampir tidak ada cacat sedikitpun yang ada pada diri pemuda itu. Tapi dibalik fisik yang hampir sempurna (tidak ada cacat) itu, pemuda tersebut dirundung banyak masalah. Di PHK oleh perusahaan, bisnis yang kolep (bangkrut), kekasih dan teman dekat yang mulai meninggalkannya (karena kekasih dan teman dekat tersebut hanya senang dengan hartanya). Dan masih banyak lagi permasalahan yang lain, yang hampir saja membuatnya bunuh diri.

Di pagi hari, pemuda tersebut jalan-jalan. Saat si pemuda berada di tepi sungai, dia berkeinginan untuk mengakhiri hidupnya dengan naik di bukit dan melompatkan dirinya ke dalam air. Ketika pemuda itu melangkahkan kaki menuju ke bukit, ada seorang laki-laki tua menegurnya; anak mau kemana? Tanya Si kakek kepada pemuda tersebut. Aku mau naik bukit dan melemparkan diriku ke sungai yang dalam itu kek? Jawab pemuda tersebut. Memangnya kenapa nak? Tanya Si kakek bijak itu lagi. Aku ingin mengakhiri hidupku, kek. Karena Aku memiliki banyak masalah. Di PHK oleh perusahaan, bisnis yang kolep (bangkrut), kekasih dan teman dekat yang mulai meninggalkanku. Jawab pemuda itu lagi. Si kakek melihat wajah pemuda tersebut, yang semakin menambah keyakinan si kakek bahwa pemuda tersebut memang sedang dirundung banyak masalah.

Si kakek mengajak pemuda tersebut singgah (mampir) di gubuknya. Saat di gubuk yang mungil itu. Si kakek membawa segelas air dan segenggam garam, lalu si kakek meletakkan segelas air dan segenggam garam itu diatas meja. Pemuda tersebut bertanya kepada si kakek, buat apa air dan garam itu, kek? Tanya pemuda itu. Tolong masukkan garam kedalam segelas air tersebut dan aduklah, jawab si kakek. Tanpa banyak tanya dan rasa ragu, pemuda tersebut langsung memasukkan garam itu kedalam segelas air tersebut. Setelah itu si kakek menyuruh pemuda tersebut untuk meminumnya. Minumlah, kata si kakek. Dengan agak ragu-ragu pemuda itu meminumnya. Seketika itu pemuda tersebut memuntahkan air yang diminumnya tersebut. Pahit, pahit rasanya kek, kata pemuda tersebut (karena banyaknya garam yang dicampur dengan hanya segelas air, rasa itu menjadi pahit).

Setelah itu si kakek mengajak pemuda tersebut kembali ke sungai dan tak lupa membawa segenggam garam. Sesampainya di sungai, si kakek menyuruh pemuda tersebut memasukkan segenggam garam ke sungai dan mengaduknya. Sudah kek, kata pemuda tersebut.
Minumlah air itu, kata si kakek. Segar, segar sekali rasanya kek; kata pemuda itu.

Ketahuilah anak-ku, bahwa garam tersebut adalah ibarat berbagai problem yang kita hadapi di dunia ini. Sedangkan gelas atau sungai itu adalah ibarat hati kita (wadah untuk menampung berbagai problem). Ketika problem kita banyak sedangkan hati kita sempit, maka rasa pahit itulah yang akan kita rasakan dalam menghadapi problem tersebut. Tetapi ketika hati kita luas maka problem apapun akan menjadi segar, nikmat terasa.

Saudaraku, kisah diatas mungkin pernah menimpa kita. Setiap orang pasti mengalami ujian, meskipun orang itu tidak beriman atau beriman kepada Allah SWT. Sebagaimana Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an yang artinya ;“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, ‘Kami telah beriman,’ dan mereka tidak diuji? Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta”. (QS. Al-Ankabut :2-3). Hanya saja kita berbeda dalam mensikapi problem tersebut. Ketahuilah bahwa, yang mengetahui setiap apa yang ada didalam diri kita adalah Allah SWT. Begitu juga dengan setiap problem yang kita hadapi, tentu yang hanya tahu solusinya adalah Allah SWT. Bukan dukun, paranormal, orang pintar atau orang-orang aneh yang lain.

Oleh karena itu, “bersihkanlah” senantiasa hati kita. Dengan menjaga hubungan kita kepada Allah SWT. Karena dengan hati (wadah) yang bersih itulah, kita akan mampu menyelesaikan setiap problem yang kita hadapi dengan prestasi yang membanggakan. Dan tidak ada yang dapat kita banggakan kelak ketika kita menghadap Allah SWT kecuali dengan hati yang bersih. Wajah yang tampan, istri cantik atau suami yang tampan (bagi yang sudah punya istri atau suami), rumah yang megah, mobil yang mewah, anak yang cerdas dan gagah. Semua itu tidak ada nilainya di hadapan Allah SWT, kecuali orang yang menghadap-Nya dengan hati yang bersih. Sebagaimana firman Allah SWT;“(yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih”. (QS. Asy-Syu’ara’ : 88-89). Pelajari, pahami dan amalkanlah ayat-ayat Allah SWT, dengan mengikuti Rosul-Nya. Karena disanalah jawaban setiap problem yang kita hadapi. Allah SWT yang menciptakan kita, Allah SWT juga yang tahu jawaban-Nya.


Kasih komentar ya.....!!!!!


Comments :

8 komentar to “PROBLEMATIKA HIDUP”
Alnect Komputer mengatakan...
on 

Saya suka artikel ini

Nana mengatakan...
on 

hebat artikel ini, penuh dengan makna pengalaman pribadi ya?

Ita Irawati mengatakan...
on 

duh kang.... aku suka sekali baca artikel2 kang rochim... aku tunggu artikel yang baru nich....

ina mengatakan...
on 

co cweet bgt,...

artikel yang bagus,...

menggugah hati,...

keren maz,...

Nen's; mengatakan...
on 

subhanallah.. semoga kita senantiasa mampu menjaga hati kita..

omtomi mengatakan...
on 

Wah...wah banyak yang komentar juga yah.
nambah satu lagi nih, pada intinya saya suka artikel semacam ini dapat menghibur dan memberikan tambahan berita.

salam kenal ya dari saya...omtomi!

zoomx Satriyo mengatakan...
on 

kadang masalah silih berganti datang mencoba kita,mengukur kesabaran dan ketabahan kita...tapi intinya kita ambil hikmahnya..jangan menganggap bahwa tuhan tidak adil...tapi bersyukurlah..dengan adanya masalah berarti kita ditegur...ditunggu komen backnya di http://satriyoku.blogspot.com

V3 Alifah mengatakan...
on 

sip...keren...:)..penuh makna

Pengikut